Gambar1
Panembahan Ratu Sepudak adalah kerajaan Hindu Jawa yang berpusat di
hulu Sungai Sambas yang sekarang di sebut “Kota Lama “. Ratu Sepudak adalah Raja yang ke-3, raja yang
ke-2 adalah abangnya yang bernama Timbang Paseban, sedangkan Raja yang pertama
adalah ayah dari Ratu Sepudak dan Ratu Timbang Paseban.
Raja pertama bernama Raden Janur lalu setelah wafat, digantikan
oleh Tan Unggalsetelah itu digantikan lagi oleh Ratu sepudak,setelah wafat maka
yang menggantikannya adalah Raden Prabu Kencana dan setelah wafatnya Raden
Prabu digantikan lagi oleh Raja terakhir yaitu Raden Dunggun.
Alasan kenapa ada gelar Ratu adalah karena pada masa Majapahit
gelar Raja laki-laki di Panembahan Sambas disebut Ratu. Asal mula kerajaan
Sambas dimulai ketika satu rombongan besar Bangsawan Jawa Hindu yang melarikan
diri dari pulau Jawa bagian Timur karena diserang dan ditumpas oleh Pasukan
kesultanan Demak dibawah pimpinan sultan Trenggono(sultan Demak ke-3) pada abad
ke-1525 M.
Pada saat rombongan besar sampai di sungai hulu Sambas,pada saat
itu,wilayah Sambas lagi kekosongan pemerintahan setelah sebelumnya terbunuhnya
Raja Tan Unggal oleh kudeta rakyat. Setelah melihat wilayah ini aman dan
kondusif maka rombongan bangsawan besar itu mendirikan lagi sebuah kerajaan
yang di sebut”Panembahan Sambas”. Raja pertamanya tidak diketahui
namanya,setelah wafat digantikan oleh anaknya yang bergelar Ratu Timbang
Paseban,setelah Ratu Timbang wafat maka yang menggantikannya adalah Ratu
Sepudak.
Pada masa pemerintahan Ratu Sepudak inilah datang rombongan Sultan
Tengah yang terdiri dari keluarga dan orang-orangnya datang dari Kesultanan
Sukadana. Rombongan ini disambut dengan baik oleh Ratu Sepudak,dan
dipersilahkan untuk menetap di wilayah itu. Tidak lama setelah menetapnya
rombongan Sultan Tengah, kemudian Ratu Sepudak pun wafat secara mendadak.
Kemudian yang menggantikannya adalah keponakannya yaitu Raden Kencono anak dari
abangnya Ratu Timbang.
Seterusnya seperti itu,sampailah kepada wafatnya Sultan Tengah yang
melakukan pejalanan pulang ke kedutaan Serawak, dikarenakan ditikam oleh
pengawalnya sendiri, namun Sultan Tengah menikam kembali pengawalnya tersebut, yang
menyebabkan Sultan terluka parah dan meninggal. Jenazahnya dimakamkan dilereng
Gunung Santubang(dekat kota kucing).
Menurut bapak Jayadi selaku juru bicara menjelaskan bahwa Ratu
seoudak adalah Ratu/Raja pertama yang ada di Sambas dan dimakamkan di Kota Lama
yang tempatnya tidak jauh dari kota Sambas yang diperkirakan sekitar 30 menit atau
bisa lebih dari itu.
Makam Ratu Sepudak berada di Kota Lama di Desa Ratu Sepudak Kecamatan
Galing. Makam tersebut ada di atas dataran tinggi,yang katanya setiap tahunnya
bertambah tinggi. Selain itu, ada juga
peninggalan keramik-keramik dan bebatuan. Tidak hanya keramik, tapi ada juga
peninggalan-peninggalan yang lain,yang ada disekitar makam tersebu.
Makam Ratu Sepudak berada di pedalaman desa kota lama yang jaraknya
sekitar 200 m dari jalan besar. Ada pesan yang disampaikan oleh salah satu
pengunjung bahwa, saat ini makam Ratu Sepudak memerlukan partisipasi dari
masyarakat Sambas untuk menjaga dan merawat makam tersebut. Agar setiap
pengunjung yang datang berziarah merasa nyaman.
Selain di kota lama terdapat juga disekitarnya, makam-makam kecil
yang dulunya masyarakat setempat menyebutnya adalah seorang Raja dan
menyebutnya makam keramat. Sampai saat ini,belum di ketahui siapa nama raja
yang ada di makam-makam tersebut. Karena memang tempatnya jauh dari jangkauan
mata masyarakat ramai,yang mengetahui hanyalah masyarakat setempat.
Konon katanya makam yang ada disekitar tempat tersebut ada
kaitannya dengan makam Ratu Sepudak. Ada yang menyebutkan bahwa makam tersebut
adalah prajurit/pengawal dari Ratu Sepudak, ada juga yang menyebutkan bahwa
makam tersebut istri dari Ratu Sepudak. Banyak sekali persepsi yang muncul
tentang makam kecil tersebut. Salah satu penyebabnya itu tadi,karena belum
jelasnya identitas dari makam tersebut.
Jika identitas tersebut diketahui, informasi-informasi dapat kita
kaitan dengan makam Ratu Sepudak, kisah sebenarnya seperti apa dan hubungannya
bagaimana. Kita juga bisa menjaga dan merawat makam tersebut sama seperti
makam-makam sejarah yang lain.
Selain makam-makam tersebut ada juga Adat dan tradisi masyarakat di sekitar nya yang dulunya melekukan sering
dilakukan salah satunya ziarah makam dan berdoa dimakam. Dan tradisi tersebut
dilakukan selama 1 tahun sekali. Dan setiap tahunnya masyarakat yang ada di
wilayah tersebut membuat makanan untuk di bawa ke makam dan makan-makan bersama
atau yang di sebut seprahan tetapi membawa makanan sendiri.
Tradisi tersebut bukan hanya dilakukan oleh masyarakat yang ada di
Ratu Sepudak. Tetapi juga dilakukan oleh masyarakat lainnya, yang berada di
sekitaran wilayah tersebut. Dulu eetiap tahunnya masyarakat tersebut melakukan tradisi itu, semua orang
diajak ke makam,tanpa terkecuali anak kecil pun dibawa. Tetapi tidak selamanya
penduduk melakukan tradisi itu.
Dari tahun ke tahun satu persatu masyarakat tidak lagi meelakukan
hal tersebut,setiap tahunnya masyarakat mulai berkembang. Tradisi itu mulai
hilang dan bahkan tidak ada sama sekali, tetapi tidak melupakan sejarah yang
ada. Karena faktanya seperti itu, hanya saja tradisi yang mulai sedikit hilang.
Ratu Sepudak asal mulanya berdiri sekitar 1497-1510. Dilanjutkan
oleh menantunya Raden Prabu Kencana pada tahun 1510-1545. Itulah silsilah dalam
kerajaan Ratu Sepudak. Kerajaan Hindu Sambas
disebut juga kerajaan Sambas tua yang tepatnya di Ratu Sepudak.
Nama : asmin
Rodi : pgmi
Nim : 1022017058
Tidak ada komentar:
Posting Komentar