Kamis, 27 Desember 2018

sejarah makam ratu sepudak(asmin)


Gambar1


Panembahan Ratu Sepudak adalah kerajaan Hindu Jawa yang berpusat di hulu Sungai Sambas yang sekarang di sebut “Kota Lama “.  Ratu Sepudak adalah Raja yang ke-3, raja yang ke-2 adalah abangnya yang bernama Timbang Paseban, sedangkan Raja yang pertama adalah ayah dari Ratu Sepudak dan Ratu Timbang Paseban.
Raja pertama bernama Raden Janur lalu setelah wafat, digantikan oleh Tan Unggalsetelah itu digantikan lagi oleh Ratu sepudak,setelah wafat maka yang menggantikannya adalah Raden Prabu Kencana dan setelah wafatnya Raden Prabu digantikan lagi oleh Raja terakhir yaitu Raden Dunggun.
Alasan kenapa ada gelar Ratu adalah karena pada masa Majapahit gelar Raja laki-laki di Panembahan Sambas disebut Ratu. Asal mula kerajaan Sambas dimulai ketika satu rombongan besar Bangsawan Jawa Hindu yang melarikan diri dari pulau Jawa bagian Timur karena diserang dan ditumpas oleh Pasukan kesultanan Demak dibawah pimpinan sultan Trenggono(sultan Demak ke-3) pada abad ke-1525 M.
Pada saat rombongan besar sampai di sungai hulu Sambas,pada saat itu,wilayah Sambas lagi kekosongan pemerintahan setelah sebelumnya terbunuhnya Raja Tan Unggal oleh kudeta rakyat. Setelah melihat wilayah ini aman dan kondusif maka rombongan bangsawan besar itu mendirikan lagi sebuah kerajaan yang di sebut”Panembahan Sambas”. Raja pertamanya tidak diketahui namanya,setelah wafat digantikan oleh anaknya yang bergelar Ratu Timbang Paseban,setelah Ratu Timbang wafat maka yang menggantikannya adalah Ratu Sepudak.
Pada masa pemerintahan Ratu Sepudak inilah datang rombongan Sultan Tengah yang terdiri dari keluarga dan orang-orangnya datang dari Kesultanan Sukadana. Rombongan ini disambut dengan baik oleh Ratu Sepudak,dan dipersilahkan untuk menetap di wilayah itu. Tidak lama setelah menetapnya rombongan Sultan Tengah, kemudian Ratu Sepudak pun wafat secara mendadak. Kemudian yang menggantikannya adalah keponakannya yaitu Raden Kencono anak dari abangnya Ratu Timbang.
Seterusnya seperti itu,sampailah kepada wafatnya Sultan Tengah yang melakukan pejalanan pulang ke kedutaan Serawak, dikarenakan ditikam oleh pengawalnya sendiri, namun Sultan Tengah menikam kembali pengawalnya tersebut, yang menyebabkan Sultan terluka parah dan meninggal. Jenazahnya dimakamkan dilereng Gunung Santubang(dekat kota kucing).
Menurut bapak Jayadi selaku juru bicara menjelaskan bahwa Ratu seoudak adalah Ratu/Raja pertama yang ada di Sambas dan dimakamkan di Kota Lama yang tempatnya tidak jauh dari kota Sambas yang diperkirakan sekitar 30 menit atau bisa lebih dari itu.
Makam Ratu Sepudak berada di Kota Lama di Desa Ratu Sepudak Kecamatan Galing. Makam tersebut ada di atas dataran tinggi,yang katanya setiap tahunnya bertambah tinggi. Selain  itu, ada juga peninggalan keramik-keramik dan bebatuan. Tidak hanya keramik, tapi ada juga peninggalan-peninggalan yang lain,yang ada disekitar makam tersebu.
Makam Ratu Sepudak berada di pedalaman desa kota lama yang jaraknya sekitar 200 m dari jalan besar. Ada pesan yang disampaikan oleh salah satu pengunjung bahwa, saat ini makam Ratu Sepudak memerlukan partisipasi dari masyarakat Sambas untuk menjaga dan merawat makam tersebut. Agar setiap pengunjung yang datang berziarah merasa nyaman.
Selain di kota lama terdapat juga disekitarnya, makam-makam kecil yang dulunya masyarakat setempat menyebutnya adalah seorang Raja dan menyebutnya makam keramat. Sampai saat ini,belum di ketahui siapa nama raja yang ada di makam-makam tersebut. Karena memang tempatnya jauh dari jangkauan mata masyarakat ramai,yang mengetahui hanyalah masyarakat setempat.
Konon katanya makam yang ada disekitar tempat tersebut ada kaitannya dengan makam Ratu Sepudak. Ada yang menyebutkan bahwa makam tersebut adalah prajurit/pengawal dari Ratu Sepudak, ada juga yang menyebutkan bahwa makam tersebut istri dari Ratu Sepudak. Banyak sekali persepsi yang muncul tentang makam kecil tersebut. Salah satu penyebabnya itu tadi,karena belum jelasnya identitas dari makam tersebut.
Jika identitas tersebut diketahui, informasi-informasi dapat kita kaitan dengan makam Ratu Sepudak, kisah sebenarnya seperti apa dan hubungannya bagaimana. Kita juga bisa menjaga dan merawat makam tersebut sama seperti makam-makam sejarah yang lain.
Selain makam-makam tersebut ada juga Adat dan tradisi masyarakat  di sekitar nya yang dulunya melekukan sering dilakukan salah satunya ziarah makam dan berdoa dimakam. Dan tradisi tersebut dilakukan selama 1 tahun sekali. Dan setiap tahunnya masyarakat yang ada di wilayah tersebut membuat makanan untuk di bawa ke makam dan makan-makan bersama atau yang di sebut seprahan tetapi membawa makanan sendiri.
Tradisi tersebut bukan hanya dilakukan oleh masyarakat yang ada di Ratu Sepudak. Tetapi juga dilakukan oleh masyarakat lainnya, yang berada di sekitaran wilayah tersebut. Dulu eetiap tahunnya masyarakat  tersebut melakukan tradisi itu, semua orang diajak ke makam,tanpa terkecuali anak kecil pun dibawa. Tetapi tidak selamanya penduduk melakukan tradisi itu.
Dari tahun ke tahun satu persatu masyarakat tidak lagi meelakukan hal tersebut,setiap tahunnya masyarakat mulai berkembang. Tradisi itu mulai hilang dan bahkan tidak ada sama sekali, tetapi tidak melupakan sejarah yang ada. Karena faktanya seperti itu, hanya saja tradisi yang mulai sedikit hilang.
Ratu Sepudak asal mulanya berdiri sekitar 1497-1510. Dilanjutkan oleh menantunya Raden Prabu Kencana pada tahun 1510-1545. Itulah silsilah dalam kerajaan Ratu Sepudak. Kerajaan Hindu Sambas  disebut juga kerajaan Sambas tua yang tepatnya di Ratu Sepudak.



Nama  : asmin
Rodi  : pgmi
Nim   : 1022017058

Tidak ada komentar:

Posting Komentar