Bahasa Ibu di Era Modern
Aktivitas bersastra dalam bahasa ibu
memiliki peran srategis dalam pertahanan, dan pertukaran budaya antar generasi
atau kelompok. Aktivitas bersastra dapat merupakan bagian dari rangkaian
upacara perkawinan, upacara kematian, upacara pengobatan, dan penanaman padi.
Isu globalisasi merupakan ciri abad ke 21 semakin intensif. Segala hal menjadi
tanpa batas mulai dari ekonomi, politik, sosial hingga kebudayaan fenomena
globalisasi adalah kabar baik.
Batas anatar-antar negara diruntuhkan
dengan semakin mudahnya akses informasi dan transportasi perkembangan semakin
masif dengan menciptakan perangkat yang memudahkan hidup manusia. Interaksi antar
masyarakat pengguna bahasa yang lazim.interaksi ini mengakibatkan terjadinya
perubahan bahasa-bahasa dinusantara. Perubahan yang dimaksud ada dua hal
peubahan kearah positif dan negatif diawali dengan kemampuan masyarakat
menggunakan lebih dari satu bahasa dan berujung pada seleksi bahasa kemungkinan
tersingkirnya bahasa lokal dari penggunaan oleh penuturnya akan semakin besar.
Ketika masayarakat sudah mengenal bahasa
lain selain itu bahasa ibu yang pada saat semula merupakan bahasa asli
pertahana akan dilupakan. Namun hala ini mudah diamati pada penggunaan aksi
penutur bahasa. Kosakata asli akan diganti kosakata lainnya yang bisa dipahami
oleh penutur bahasa laian.perubahan bahasa atau pergeseran pola berbahasa
terjadi secara lambat dalam waktu yang sangat panajang. Prubahan jenis ini
diakibatakan oleh dari bahasa lain yang memenuhi kebutuhan bahasa tersebut.
Sebagai usaha agar bahasa setempat tidak
terkikis oleh peristiwa pergeseran bahasa atau proses multilingual maka
pemertahanan bahsa perlu dilakukan berbagai upaya yang dapat dilakukan
studi yang intensif dan berkelanjutan
adalah salah satu diantarannya upaya yang dilakukan memiliki manfaat dan
potensi yang dimiliki oleh sebuah bahasa yang dalam ini tergambar melalui lagu
daerah adalah nilai-nilai sosial yang terkandungnya. Nilai sosial bukan sekedar
takaran baik dan buruknya. Suatu perbuatan dalam pandanagn masyarakat. Nilai
sosial memiliki peranan yang nyata dalam kehidupan masyarakat.
Nilai sosial yang terungkap dalam lagu
sambas yang pertama adalah nilai religius ini tidak sekedar menjadi suatu yag
melekat diluar. Namun religius ini juga membentuk norma dimasyarakat. Bahasa
sebagai identitas kesukaan penyadaran identitas kesukaan pada hakikatnya adalah
sebuah upaya agar masyarakat tetap berada dalam jalaur yang dicita-citakan.
BMDS juga digunakan oleh masyarakat non melayu ketika berinteraksi dengan
suku-suku lainnya. Sehingga lagu daerah banyak mengandung nasehat. Pandangan
hidup lagu daerah adalah salah satu komponen kebudayaan yang masih dilestraikan
pada saat ini.
MATA KULIAH BAHASA INDONESIA SD/MI II
DOSEN
PENGAMPU
HARIS PRIBADI, M.Pd.
HARIS PRIBADI, M.Pd.
OLEH
,
RIMA EKA YANTI (1022017050)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM
SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS
TAHUN 1439 H / 2018 M
Tidak ada komentar:
Posting Komentar