Bahasa Indonesia merupakan Bahasa
Nasional dan Bahasa Pemersatu Bangsa Indonesia. Hal ini merupakan salah satu
alasan mengapa pelajaran Bahasa Indonesia wajib dihadirkan disetiap eleman
lapisan pendidikan formal, baik bermula dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah
Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan bahkan Perguruan
Tinggi (PT). Konsep belajar Bahasa Indonesia pada setiap elemen dari zaman
dahulu hingga sekarang tetap pada empat tahapan yaitu: Mendengar, Membaca,
Menulis, Berbicara. Karena empat tahapan tersebut merupakan fondasi awal
bagaimana mengimplimentasikan Bahasa Indonesia secara baik dan benar. Yang
menjadi rujukan pada pembahasan kali ini adalah mengambil latar elemen tingkat
pendidikan awal yaitu: Sekolah Dasar, seperti yang penulis paparkan bahwa
konsep belajar Bahasa Indonesia tidak jauh dari empat tahap, apalagi pada masa
– masa pendidikan Sekolah Dasar merupakan waktu yang tepat untuk mengenalkan
dan mengajarkan empat tahapan tersebut. Agar ketika peserta didik sudah
menyelesaikan studi nya pada Sekolah
Dasar, ia akan mendapatkan modal awal dan mengenal terlebih konsep Bahasa
Indonesia yang sudah diberikan oleh guru semasa duduk dibangku Sekolah Dasar.
Proses pembelajarn Bahasa Indinesia
yang selama ini terjadi pada Sekolah Dasar nyatanya belum berjalan sesuai yang
diinginkan, guru berkeinginan setelah selesai menyampaikan materi harusnya
peserta didik memahami dan mampu untuk mengaplikasikan apa yang didapat.
Pembelajaran Bahasa Indonesia ini dianggap enteng dan tidak menjadi priorits
bagi peserta didik, terbukti dengna gaya belajar mereka yang tidak berselera
untuk mengikuti proses pembelajaran tersesbut. Dan kesalahan ini juga terjadi
kepada pendidik, banyak terjadi bahwa guru tidak menjalankan tugasnya dengan
baik, hanya sekedar menyampaiakan saja tetapi tidak memberikan pemahaman lenih
kepada peserta didik betapa pentingnya belajar Bahasa Indonesia.
Pada setiap mata pembelajaran apapun
untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan, setiap guru memiliki metode masing
– masing. Karena dengan metode, hal ini akan mempermudah seorang guru dalam
menyampaiakan pesan yang terkandung di dalam pembelajaran tersebut. Adapun
beberapa metode yang biasanya kerap kali digunakan seperti; metode ceramah,
diskusi, demonstrasi, bermain peran, sosio drama. Tidak ada metode yang buruk
dan tidak ada metode yang paling baik. Beberapa metode yang ditimbulkan oleh
penulis di atas merupakan metode yang sangat familiar dan turun temurun, penggunaan metode menjadi baik
hendaknya dugunakan dengan memperhatikan situasi dan kondisi di dalam kelas,
dan tidak menutup kemungkinan bisa saja seorang guru memadukan antara metode
satu dengan metode yang lainnya, agar apa yang disampaikan kepada siswa,
ditangkap sempurna oleh para siswa dan menjadi sebuah keuntungan bagi guru dan
siswa.
Pada setiap komponen pendidikan tidak
lepas dari materi ajar atau bahan ajar, dimana tugas guru di sini adalah
menguasai dan mampu menyampaikan dengan baik kepada siswa dengan menggunakan
strategi dan metode yang dikuasai oleh guru dan siswa mampu menangkap apa yang
disampaikan. Adapun materi yang acap kali timbul ialah, menentukan ide pokok,
paragraf utama, gagasan pokok, serta letak paragraf awal dan akhir. Menurut
penulis materi ini cukup tepat, karena membuat siswa mengenali dan memahami apa
– apa saja bagian dari paragraf tersebut.
Kelemahan dalam proses pembelajaran
Bahasa Indnesia tidak terlepas dari kesalahan dan proses belajar mengajar.
Seperti terjadi kepada guru, kesalahan mengajar banyak terjadi dan tidak hanya
pada mata pelanjaran Bahasa Indonesia saja tentunya berlaku pada mata pelajaran
lainnya. Contoh kesalahan yang terjadi seperti guru tidak menguasai materi ajar
serta mengalami kebingungan dalam menyampaikan materi tersebut, ditambah siswa
yang tidak ambil pusing, menganggap bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia tidak
terlalu penting, sehingga terjadi kesenjangan dalam proses belajar mengajar.
Adapun kelebihan dalam proses belajar mengajar, jika seorang guru yang
memahami betapa pentingnya belajar Bahasa Indonesia ia akan merasa bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk
mengajarkan kepada siswanya. Hal ini berdasarkan bahwa tidak semua sekolah,
hanya sekolah tertentu dan guru tertentu. Dengan mempersiapkan segalanya baik
dari materi ajar, strategi, metode dan taktiknya seperti apa, hal ini akan
membuat para siswa tertarik untuk mempelajarinya. Disatu sisi untuk mrncapai
tujuan dengan baik, maka perlunya pemaksaan, pemaksaan di sini bermaksud bahwa
guru memberikan dorongan dan stimulasi terus menerus kepada siswa agar mereka
mengaplikasikan langsung penggunaan Bahasa Indonesia pada kehidupan sehari –
hari.
Penulis akan mencoba berkhayal jika
penulis akan menjadi seorang pendidik dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia
maka pada pertemuan awal penulis akan mengenalkan terlebih dahulu bentuk,
fungsi, manfaat dan tujuan mempelajari Bahasa Indonesia. Karena biasanya siswa
jarang yang mengetahui apa tujuan dan manfaat sebenarnya mereka mempelajari
mata pelajaran Bahasa Indonesia dan ini merupakan salah satu sebab mengapa
mereka mengganggap bahwa pelajaran Bahasa Indonesia tidak terlalu penting dan
enteng. Dengan memberikan pemahaman dan pengalaman sejelas mungkin kepada para
siswa yang terjadi maka siswa akan semakin tertarik dan bertanya – tanya akan
seperti apa pembahasan selanjutnya. Memberikan pengertian betapa pentingnya
mempelajari Bahasa Indonesia, maka selanjutnya tugas yang akan penulis lakukan
adalah memberikan dorongan dan stimulan kepada peserta didik, dengan adanya
rangsangan yang dilakukan secara teratur maka peserta didik akan merespon
dengan baik dan sudah mulai menggunakan Bahasa Indonesia meski dengan perlahan.
Jadi, berdasarkan uraian di atas maka penulis memberikan fatwa kepada
diri penulis dan para pembaca. Ayo nikmati apa yang diberikan langsung oleh
para guru dan gunakan waktumu sebaik mungkin. Capailah cita – citamu dengan
segala perjuangan, raih impian yang engkau perjuangkan. Karena hasil tidak akan
menghianati usaha, dan setelah kesusahan akan ada kemudahan.
Oleh : Elsa Safitri
BAHASA INDONESI
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU
FAKULTAS TARBIYAH DAN
ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM
SULTAN MUHAMMAD
SYAFIDUDDIN SAMBAS
TAHUN AKADEMIK
2017/2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar