Sabtu, 08 Desember 2018

PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA(elsa)


PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
      Bahasa Indonesia merupakan Bahasa Nasional dan Bahasa Pemersatu Bangsa Indonesia. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa pelajaran Bahasa Indonesia wajib dihadirkan disetiap eleman lapisan pendidikan formal, baik bermula dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan bahkan Perguruan Tinggi (PT). Konsep belajar Bahasa Indonesia pada setiap elemen dari zaman dahulu hingga sekarang tetap pada empat tahapan yaitu: Mendengar, Membaca, Menulis, Berbicara. Karena empat tahapan tersebut merupakan fondasi awal bagaimana mengimplimentasikan Bahasa Indonesia secara baik dan benar. Yang menjadi rujukan pada pembahasan kali ini adalah mengambil latar elemen tingkat pendidikan awal yaitu: Sekolah Dasar, seperti yang penulis paparkan bahwa konsep belajar Bahasa Indonesia tidak jauh dari empat tahap, apalagi pada masa – masa pendidikan Sekolah Dasar merupakan waktu yang tepat untuk mengenalkan dan mengajarkan empat tahapan tersebut. Agar ketika peserta didik sudah menyelesaikan studi nya pada Sekolah Dasar, ia akan mendapatkan modal awal dan mengenal terlebih konsep Bahasa Indonesia yang sudah diberikan oleh guru semasa duduk dibangku Sekolah Dasar.
      Proses pembelajarn Bahasa Indinesia yang selama ini terjadi pada Sekolah Dasar nyatanya belum berjalan sesuai yang diinginkan, guru berkeinginan setelah selesai menyampaikan materi harusnya peserta didik memahami dan mampu untuk mengaplikasikan apa yang didapat. Pembelajaran Bahasa Indonesia ini dianggap enteng dan tidak menjadi priorits bagi peserta didik, terbukti dengna gaya belajar mereka yang tidak berselera untuk mengikuti proses pembelajaran tersesbut. Dan kesalahan ini juga terjadi kepada pendidik, banyak terjadi bahwa guru tidak menjalankan tugasnya dengan baik, hanya sekedar menyampaiakan saja tetapi tidak memberikan pemahaman lenih kepada peserta didik betapa pentingnya belajar Bahasa Indonesia.
      Pada setiap mata pembelajaran apapun untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan, setiap guru memiliki metode masing – masing. Karena dengan metode, hal ini akan mempermudah seorang guru dalam menyampaiakan pesan yang terkandung di dalam pembelajaran tersebut. Adapun beberapa metode yang biasanya kerap kali digunakan seperti; metode ceramah, diskusi, demonstrasi, bermain peran, sosio drama. Tidak ada metode yang buruk dan tidak ada metode yang paling baik. Beberapa metode yang ditimbulkan oleh penulis di atas merupakan metode yang sangat familiar dan turun temurun, penggunaan metode menjadi baik hendaknya dugunakan dengan memperhatikan situasi dan kondisi di dalam kelas, dan tidak menutup kemungkinan bisa saja seorang guru memadukan antara metode satu dengan metode yang lainnya, agar apa yang disampaikan kepada siswa, ditangkap sempurna oleh para siswa dan menjadi sebuah keuntungan bagi guru dan siswa.
      Pada setiap komponen pendidikan tidak lepas dari materi ajar atau bahan ajar, dimana tugas guru di sini adalah menguasai dan mampu menyampaikan dengan baik kepada siswa dengan menggunakan strategi dan metode yang dikuasai oleh guru dan siswa mampu menangkap apa yang disampaikan. Adapun materi yang acap kali timbul ialah, menentukan ide pokok, paragraf utama, gagasan pokok, serta letak paragraf awal dan akhir. Menurut penulis materi ini cukup tepat, karena membuat siswa mengenali dan memahami apa – apa saja bagian dari paragraf tersebut.
      Kelemahan dalam proses pembelajaran Bahasa Indnesia tidak terlepas dari kesalahan dan proses belajar mengajar. Seperti terjadi kepada guru, kesalahan mengajar banyak terjadi dan tidak hanya pada mata pelanjaran Bahasa Indonesia saja tentunya berlaku pada mata pelajaran lainnya. Contoh kesalahan yang terjadi seperti guru tidak menguasai materi ajar serta mengalami kebingungan dalam menyampaikan materi tersebut, ditambah siswa yang tidak ambil pusing, menganggap bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia tidak terlalu penting, sehingga terjadi kesenjangan dalam proses belajar mengajar.
     Adapun kelebihan dalam proses belajar mengajar, jika seorang guru yang memahami betapa pentingnya belajar Bahasa Indonesia ia akan merasa  bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan kepada siswanya. Hal ini berdasarkan bahwa tidak semua sekolah, hanya sekolah tertentu dan guru tertentu. Dengan mempersiapkan segalanya baik dari materi ajar, strategi, metode dan taktiknya seperti apa, hal ini akan membuat para siswa tertarik untuk mempelajarinya. Disatu sisi untuk mrncapai tujuan dengan baik, maka perlunya pemaksaan, pemaksaan di sini bermaksud bahwa guru memberikan dorongan dan stimulasi terus menerus kepada siswa agar mereka mengaplikasikan langsung penggunaan Bahasa Indonesia pada kehidupan sehari – hari.
      Penulis akan mencoba berkhayal jika penulis akan menjadi seorang pendidik dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia maka pada pertemuan awal penulis akan mengenalkan terlebih dahulu bentuk, fungsi, manfaat dan tujuan mempelajari Bahasa Indonesia. Karena biasanya siswa jarang yang mengetahui apa tujuan dan manfaat sebenarnya mereka mempelajari mata pelajaran Bahasa Indonesia dan ini merupakan salah satu sebab mengapa mereka mengganggap bahwa pelajaran Bahasa Indonesia tidak terlalu penting dan enteng. Dengan memberikan pemahaman dan pengalaman sejelas mungkin kepada para siswa yang terjadi maka siswa akan semakin tertarik dan bertanya – tanya akan seperti apa pembahasan selanjutnya. Memberikan pengertian betapa pentingnya mempelajari Bahasa Indonesia, maka selanjutnya tugas yang akan penulis lakukan adalah memberikan dorongan dan stimulan kepada peserta didik, dengan adanya rangsangan yang dilakukan secara teratur maka peserta didik akan merespon dengan baik dan sudah mulai menggunakan Bahasa Indonesia meski dengan perlahan.
     Jadi, berdasarkan uraian di atas maka penulis memberikan fatwa kepada diri penulis dan para pembaca. Ayo nikmati apa yang diberikan langsung oleh para guru dan gunakan waktumu sebaik mungkin. Capailah cita – citamu dengan segala perjuangan, raih impian yang engkau perjuangkan. Karena hasil tidak akan menghianati usaha, dan setelah kesusahan akan ada kemudahan.
   

                                                               Oleh : Elsa Safitri
BAHASA INDONESI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM
SULTAN MUHAMMAD SYAFIDUDDIN SAMBAS
TAHUN AKADEMIK 2017/2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar