Senin, 07 Januari 2019

MUSEUM SMBAS(DEVI)


MUSEUM SAMBAS

Nama Narasumber : Remi Andre
Tempat Tanggal Lahir : 01-11-1998
Alamat : Lubuk Lagak

Mesium daerah Sambas sejak berdiri di bawah pengawasan dinas PORABUDPAR kabupaten Sambas.yang mempunyai tugas mengumpulkan meneliti,merawat dan memamerkan benda-benda budaya untuk tujuan pendidikan,penelitian rekreasi atau pariswisata.yang beralamat Jalan Merdeka Desa Lorong Kecamatan Sambas-Kabupaten Sambas KALIMANTAN BARAT-INDONESIA
Mesium daerah terletak do pusat kota SAMBAS,tepatnya di desa Lorong kecamatan Sambas berdasarkan koleksi,mesium daerah smbas termasuk salah satu umum yang memamerkan budaya zaman prasejarah sampai seluruh unsur kebudayaan sambas.
Sejak berdirinya hingga sekarang meseum daerah  sambas kurang terawatt sampai akhirnya di pindahkan kepengurusan kepada dinas pendididkan dan kebudayaan kapupaten SAMBAS.Sekarang sudah di pindhakan ke dinas pendidikan mesium ini akan di perindah teratur dan tersusun dengan rapi.
Mesium ini juga memberikan layanan informasi kepada public agar apresiasinya meningkat.imajinasi dan inovasi berkembang karena mesium harus di arahkan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan pengunjung.Dan masyarakat umum tentang koleksi yang dimiliki oleh mesium.Supaya orang bisa memanfaatkan semua pengetahuan dan teknologi modern.
Di mesium daerah terdapat barang-barang yang unik barang peninggalan zaman-zaman dahulu.yang bersejarah yang bermamfaat untuk orang dahulu pergunakan yang sangat unik dan aneh-aneh yang yang sangat kuat kokoh dan tahan tanpa cacat dn mudah pecah.dan sangat beda jauh dengan zaman sekarang barang-barang yang terbuat dari bahan yang mudah rusak.
Di mesium daerah banyak barang-barang yang sekarang sangat langka di temukan di lingkungan kita kecuali kain tenun sambas yang masih mudah untuk di cari.di mesium daerah ini banyak terdapat bebagai jenis-jenis uang lama,berbagai perabotan rumah tangga,kain tenun sambas,alat kesenian,keramik,logam rumah tangga  dan alat upacara adat dan senjata-senjata.
Mesium ini terdapat keramik-keramik yang terdiri dari berupa peralatan adat dan tradisi,saprahan berupa pinggan saprah,piring dan alat untuk rumah tangga seperti mangkok dan bermacam guci.yang sangat antik bahanya beda jauh dgn bahan modern sekarang yang sekarang susah untuk di temui dan cocok untuk suatu penelitian
Di mesium juga ada tali tongkang(wangkang china)yang berasal dari sangek tabat,desa samustida kecamatan teluk keramat yang di perkirakan di masa pemerintahan kerajaan Sambas hindu bernama Ratu Sepudak  akhir abad ke-15,pusat kerajaan berada di Kota Lama .kecamatan Galing .rajutan tali terbuat dari ijuk pohon enau.di temukan pada saat program proyek nomolisasi sungai di dusun sangek tabat tahun 2015
Di mesium daerah juga terdapat Bom Nica yang memilikin panjang 134 cm dm 60 cm (tengah dm 5cm terdapat di Rantau Panjang.yang terbuat dari lempengan baja,berisi,amunisi bahan peledak ,di gunakan untuk meledakan(menghancurkan )wilayah yang relatif agak luas,dengan kekuatan daya ledak yang sngat tinggi.bom ini sngat besar dan unik seperti benda padat yang dari besi
Dan mesium daerah juga terdapat tempayan hijau  yanterdapat dari daerah Paloh bermacam-macam terbuat dari keramik-keramik digunakan untuk menampung air,sebagai air minumdan memasak sesuatu dan juga digunakan untuk menyimpan beras.dan ada juga tempayan salur yang terbuat dari porselin yang berasal dari semngau.temapayan-tempayan ini sudah sangat langka karena masyarakat sekarang sudah menggunakan alat-alat modern.
Di mesium juga banyak-banyak uang zamn dahulu dari uang kertas dan uang logam  dari jumlah yang kecil smpai jumlah yang besar.Di dinding-dinding mesium juga terdapat  foto-foto kerjaan sambas  yang ada di daerah sambas dan ada juga sungai sambas  dulu dengan ciri khas rumah diatas air atau lanting.dan di situ masih ada foto kampung melayu yang sekarang sudah menjadi desa pasar melayu yang terletak di pasar sambas foto yang terdapat di kampung melayu itu berhias saat kunjungan Gebernur Jendral yang bernama Johan Paul Van Limbul Stirum.
Di mesium  juga banyak bermacam-macam piringdengan sejenis motif-motifnya.yaitu motif Dragon,Tanggak mesir,Bunga,Motif bunga air mas.Dan ada juga  bermacam-macam motif pinggan saprah yang untuk acara-acara yang berbentuk motif bunga rapi,Pucuk rebung.piring-piring jaman dahuli sangat tebal yang tahan lama tidak mudah pecah dan motifnya sangat bagus-bagus tidak bosan untuk di pandang yang membuat mata kita tertarik dengan motifny.
Di mesium juga masih ada tersimapanya setrika-setrika zaman dahulu yang sangat berat.Dan terbuat dari bahan yang sangat bagus orang dulu tanpa menggunakan alat listrik ungtuk merapikan pakaianya tapi dengan alat tradisonal merk sudah bisa nyetrika.Dan tidak mengeluarkan biaya yang sangat besar tapi baju sudah sangat rapi .Tetapi orang dulu menggunakan setrika itu dengan menggunakan arang kayu api.tapi setrikanya bermacam-macam bentuk dan kualitasnya ada ringan ada berat.
Zaman dahulu masih banyak orang yang suka memakan sirih saat santai atau kerja yang sangat bermamfaat untuk kesehatan gigi.Mereka dan menyimpan sirih,tembakau,gembir,buah pinang, kapur,kecup, serta  peralatan mereka untuk berkaitan dengan sugi.itu yang dinamakan tepak  yang memiliki panjang 22,5 dan lebar 3,5 yang terdapat pertama dari tebas.Dan untuk mengiris buah pinag juga ada alatnya yang terbuat dari bahan logam yang bernama kacup.
Zaman dahulu juga orang acara perkawinan,sunatan,syukuran,tepung tawar, dan semua adat terkait melayu Sambas.Dahulu mereka acara seperti makan pengantin supya hidangan terlihat mewah.Jadi mereka menyimpan di wadah barang-barang asesoris,dan makanan adat sepertinasi ketan yang terbuat dari pulut,telur yang dihias  untuk hidangan pengantin supaya terlihat mewah mereka simpan di tempat yang bernama apar.supaya terlihat lebih rapi sopan untuk terlihat oleh tamu undangan.Jadi mereka mengikuti istiadat makan pengantin di depan para undangan terlihat istimewa.Dan juga di sediakan tempat cuci tangan yang terbuat dari kuningan polos berwarna emas yang disebut batil.
Dahulu juga orang sudah panen padi mereka juga tidak langsung menggunakan mesin untuk membuang padi dari tangkainya  tapi mereka menggunakan kisaran padi yang sangat susah di temukan di zaman sekarang.tetapi mereka mempunyai kisaran yang terbuat dari kayiu belian yang memiliki tingginya 120 cm yang untuk membuat padi menjadi beras hasilnya sangat memuaskan mereka.Untuk meringankan pekerjaan mereka menggunakan alat yang sangat tradionalmtanpa efek samping.Tanpa menggunakan mesin-mesin yang tergasntung dari listrik tapi mereka sangat sederhana untuk mencapai pekerjaan menjadi ringan.
Di mesium selain kisaran padi juga ada selain kisaran padi untuk membuat pdi menjadi beras yang bisa di guanakan mereka untuk kerja sama.Dan juga zaman dahulu juga tanpa mengenal mesin dan tidak terlalu banyak menggunakan alat-alat listrik.Tapi mereka menggunakan alat tradisional yang sangat praktis dan hemat biaya walau d kerjakan sangat berat tapi mereka juga bisa kerja sama yang membuat masyarakat lebih rukun contohny mereka dahulu membuat padi menjadi beras dengan menggunakan lesong dan untuk menumbuknya menggunakan alok.Dan lesung itu terbuat dari kayu belian untuk menghaluskn padi menjadi beras dan biji-bijian seperti biji kopi untuk membuat kopi.Dan tidak seperti jaman modern sekarang yang sedikit-sedikit hanya serba praktis.
Di mesium juga banyak terdapat senjata berbentuk keris yang bermacam bentuk dan senjata itu bermacam bentuk namanya misalkan senjata sangkur  bayonet atau senjata penusuk yang terbuat dari bahan besi  dengan mata bilah berbentukmelengkung.yang digunakan sebagai senjata pertahanan diri ketika bertempur melawan munsuh.dan macam-macam senjata yang berbentuk zig-zag,lurus dan ada senjata yang mempunyai pelindungan tangan dan pemberat ulu di tempelkan/dipasang ujung senapan.Dan ada juga senjata yang terbuat dari besi,dengan kedua sisi mata bilah berbentuk kembar ,berpamor dan bersarung kayu,berkilum kuningan digunakan sebagai senjata pertahanan diri saat bertarung,menghadapi munsuh biasanya mempunyai kekuatan supranatural.
Di mesium terdapat juga jenis-jenis uang lama,perabotan rumah tangga,senjata,keramik,alat acara adat,tetapi masih ada yang lain yaitu kain tenun sambas yang jaman dulu yang dahulu orang sebut padang tebakar yang bermotif bunga mawar yang terbuat dari benag emas colok yang beda dengan kain benas yang sekarang benangnya.Selain itu juga ada alat-alat seni seperti gambus yang berasal dari pasar melayu yang terbuat dari kayu keras yaitu salah satu alat musik ketik yang salahh satu untuk mengiringi tarian-tarian dan nyanyian melayu Sambas.Dan banyak lain-llainya yang terdapat di mesium daerah yang mau d ceritakan satu persatu.
Di mesium daerah ini juga mempunyai tujuan yang pelayanananya di bidang pendidikan kebudayaan untuk memacu kepada upaya-upaya untuk menjadikan mesium untuk sebagai tempatnyang menyenangkan bagi setiap pengunjung untuk mempelajari dan memahami kebudayaan Indonesia.Dan mesium mempunyai fungsi untuk sebagai tempat melakukan pengkajian yang berkualitas agar mesium tidak hanya memiliki koleksi yang memberikan informasi dan pengetahuan yang statistapi dinamis pelayanan untuk publik. Demikianlah  hasil laporan observasi tentang mesium daerah  ini semoga mesium daerah ini  menjai berkembang dan banyak di kunjungi banyak orang dan semakin bertambah koleksi-koleksi barang  yang bersejarah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar